BANDA ACEH - Festival Batu Aceh (Atjeh Batee Festival) yang berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh nyaris tak pernah sepi. Sejak dibuka pukul 10.00, pengunjung terus saja berdatangan, bahkan sampai menjelang ditutup pukul 22.00 WIB. Menurut keterangan pihak penyelenggara, rata-rata pengunjung yang datang setiap hari mencapai 1.000-an orang. Tidak heran kalau transaksi yang terjadi juga lumayan besar, yakni mencapai Rp 1,2 miliar. Angka itu merupakan angka transaksi yang terjadi selama tiga hari penyelenggaraan. “Berdasarkan rekap data hari pertama, kedua, dan ketiga oleh panitia, total transaksi mencapai sekitar Rp 1,2 miliar lebih,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Safwan, yang juga penyelenggara kegiatan, kepada Serambi, Kamis (5/2). Kebanyakan pengunjung disebutkannya, membeli batu cincin pada rentang harga Rp 100 jutaan ke bawah. Batu yang paling banyak diminati di antaranya Idocrase atau Lumut Aceh dan Calcedony. “Batu-batu akik juga lumayan banyak peminatnya, ini mungkin dilihat dari harganya yang relatif lebih murah dibandingkan batu lainnya,” ujar Safwan. Pada Kamis kemarin juga digelar kontes batu. Penanggung jawab Atjeh Batee Festival, Octowandi, menyebutkan, untuk peserta kelas batu Idocrase, total jumlah peserta sebanyak 212 orang.(srb)
Komentar
Posting Komentar